Hidup itu untuk apa..???
Beberapa hari lalu di kantor saya baru saja ada peristiwa kenaikan gaji. Banyak teman-teman saya dari divisi yang berbeda sudah menghitung dan mengkalkulasi kira-kira berapa persen kenaikan gajinya. Ada teman saya yang sudah bekerja puluhan tahun dan melakukan kontribusi serta mempunyai tingkat kedisiplinan tinggi seperti datang tidak pernah telat, pulang selalu lebih malam dari lainnya namun pada saat menerima hasil struk gaji ternyata perhitungannya meleset dan kalkulasinya ternyata berbeda dengan kalkulasi perusahaan. Teman saya jelas kecewa dan shock. Ingin memprotes rasanya percuma. Akhirnya yang ada cuma dongkol didalam hati dan otomatis tingkat kinerja nya mulai menurun. Kenapa hal-hal itu bisa terjadi ?
Bila kita pahami sebenarnya jenis penghargaan seperti apa yang akan kita cari dipekerjaan kita? Tanggung jawab yang besar? Kenaikan Gaji yang besar? Bonus yang besar atau pengakuan yang besar dari rekan sekerja kita.?
Pada kenyataannya, penghargaan yang diharapkan oleh setiap orang sangat bervariasi dantergantung pada setiap orang. Beberapa orang berasumsi bahwa uang dalam bentuk kenaikan gaji dan bonus motibvasi terpenting. Namun hal-hai lain seperti pengakuan, lebih banyak kebebasan, lebih banyak kontrol, waktu cuti, atau punya andil dalam hal tertentu bisa menjadi hal yang sama pentingnya.
Pada kenyataannya, banyak keinginan-keinginan dari setiap orang yang kurang bisa dipahami oleh perusahaan. Akibat dari pengharapan yang terlalu tinggi. Kurangnya motivasi dan penghargaan oleh perusahaan serta tidak adanya reward bagi orang yang berprestasi akhirnya membuat mandeg kreativitas dan loyalitas terhadap perusahaan.
Pada kenyataannya tetap saja karyawan bukan sebagai asset tapi hanya sebagai pekerja. Hebatnya, ternyata antara yang karyawan biasa-biasa dan tidak biasa saja ternyata tidak ada perbedaan sama sekali. Hasilnya sama sekali tebas pukul rata semua.
Pada kenyataannya, terkadang kebijakan-kebijakan perusahaan ternyata seperti mata uang yang mempunyai 2 sisi yang sama. Tergantung bagaimana orangnya yang melempar. Hidup adalah perjuangan. Dan perjuangan itu jangan pernah berhenti selagi masih bisa bernafas. Lihat dengar dan rasakan dan ambil tindakan, namun sebelumnya cobalah berdialoq dengan hati nurani. Hidup itu untuk apa? Semuanya kembali kepada yang menjalaninya.
Wassalam

Tinggalkan Balasan